Wednesday, January 22, 2020

Rp 28 Juta Lenyap Dari Rekening pemakai Ini respons Gojek




Jakarta - Gojek menyatakan akan mendampingi pemakai aplikasinya di Sorong, Papua yang kehilangan Rp 28 juta pasalnya , ditipu. pelaku rupanya pakai metode kriminal siber yang dibilang sebagai social engineering.

"terlampau disayangkan Ibu Prameswara & salah satu mitra pengemudi kami sudah menjadi korban dari modus penipuan berbasis social engineering lewat telepon yang mengatasnamakan Gojek," papar Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman, melalui pesan tertera kepada di antara, Kamis.

Gojek sudah menemui korban & memberi uraian atas masalah ini. Mereka pun akan mendampingi korban menggapai pegiat ditemukan dan uang yang dibobol dari akun bank korban dapat dikembalikan.




"Gojek membantu korban untuk menyiapkan fakta-fakta yang dibutuhkan dalam proses pembuatan pelaporan ke pihak kepolisian," papar Mulawarman.

sejenis ditulis antara, satu orang penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) di Sorong bernama Prameswara, kehilangan uang Rp 28 juta di akun bank karenanya ditipu praktisi yang mengaku merupakan pengemudi Gojek. tersebut terbentuk setelah ia memesan makanan melalui GoFood.

peristiwa tersebut terbentuk pada 6 Januari lalu, di mana Prameswara memesan makanan & memakai pembayaran lewat kantong digital GoPay. ia setelah itu ditelepon oleh satu orang yang akui sebagai pengemudi Gojek, yang mengambil pesanan GoFood tersebut.

pelaku mengaku saldo GoPay di akunnya sedang bermasalah sehingga dia memohon korban mengirim uang ke akun pribadinya supaya pesanan dapat dibeli. sesudah itu, dia berikan instruksi pada korban buat mengirim uang memanfaatkan e-banking ataupun ATM.

Korban, yang tak curiga, hadir anjuran itulah. dia baru sadar ada yang tidak beres sehabis menerima SMS dari bank. Korban pun ke bank untuk mencetak rekening koran dan tampaknya ia kehilangan Rp 28 juta sehabis transaksi dengan penipu.

Social engineering sendiri yakni sistim hacker mencuri info sontak dari mulut pemakai. sistem kerja social engineering sebenarnya begitu sederhana.

lewat interaksi sosial sejenis obrolan hacker bisa mengorek informasi yang dibutuhkannya. rata-rata hacker akan menggunakan ketidaksadaran target ketika mengorek info.

Simak Video "petinggi Gojek Kucurkan 25% Gaji untuk Driver terjangkit Corona"[Gambas:Video 20detik](fyk/afr)










pihak go jek tanggapi perampokan oleh mitra maupun driver

No comments:

Post a Comment