Pusat perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terletak di Kawasan Petung. Di kawasan itulah yang paling banyak focus penduduknya, juga terbanyak kegiatan transaksinya. Pasar Petung menjadi salah satu pusat ekonomi penduduk PPU.
—
PASAR Petung berjarak sebanyak 9 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten PPU. tidak jauh dari Simpang 3 Silkar yang jadi jalur penghubung ke arah Kecamatan Sepaku yang bakal menjadi lokasi ibu kota negara Indonesia. Pasar itu menjadi sentral yang menumbuhkan kesibukan ekonomi di sekitarnya.
Sebagaimana layaknya pasar tradisional, Pasar Petung didominasi kaum pedagang keperluan khusus dan dapur. diawali daging, sayur, beras, sampai peralatan dapur. Ada pula stan yang menjajakan peralatan rumah tangga. pula, tentunya warung-warung makanan & pedagang keliling ataupun kaki lima.
Di kawasan itu pula terdapat beberapa kesibukan yang lain. diawali fasilitas perbankan sampai seluler. tidak tertinggal juga toko yang menjual telpon seluler. Kawasan Petung diibaratkan merupakan pusat perniagaan PPU. masalahnya lokasinya memang sangat terpisah dengan pusat pemerintahan, dan kegiatan orang banyak terpusat di Kawasan itu, ditambah kawasan Babulu di selatan.
Sekda Kabupaten PPU Tohar mengatakan, dalam perihal menyaksikan kemungkinan ekonomi di suatu hal daerah, tolok ukurnya simpel saja. yaitu, tersedianya kantor-kantor bank di kawasan tersebut. pasalnya , bank lebih pintar dalam menyaksikan peredaran uang. ’’Makanya, menaruh bank pertama tersebut bukan di Penajam, akan tetapi di Petung,’’ terangnya.
beberapa bank BUMN buka kantor di Petung. yakni, BRI, BNI, & berdiri sendiri. Sementara itu, Bank Kaltim memilih Kawasan Penajam untuk penempatan kantornya. tak jauh dari pusat pemerintahan PPU.
Kawasan Petung juga menjadi hub (penghubung) menjurus daerah kandidat ibu kota negara. Logistik yang dipakai di Kecamatan Sepaku lumayan banyak dipasok dari Kawasan Petung. tapi, Pemkab PPU ke depan tak sekedar mengandalkan Kawasan Petung merupakan sentra ekonomi. ’’Ke depan tampaknya berguling ke Waru dan Babulu lewat cara gradual,’’ lanjutnya.
kemungkinan penciptaan kawasan ekonomi di PPU terus terlalu besar. saat ini praktis belum ada bangunan pusat perbelanjaan mutakhir yang Jumbo seperti supermarket atau mal di PPU. cuman ada sejumlah jaringan minimarket yang sudah membuka cabang di Kawasan Petung. Selebihnya didominasi pasar tradisional.
Tohar menuturkan, pada intinya Pemkab PPU jujur bagi investasi di bidang perdagangan dan jasa. tapi, kandidat investor tentulah juga dapat melihat seberapa besar pangsa pasarnya. maka dari itu, pemkab memiliki ketetapan untuk menghambat pusat perbelanjaan hebat yang bisa didirikan di PPU. Boleh ada, tetapi tidak boleh dibentuk lolos tanpa terselesaikan. Yang terlebih, ada yang dapat dipotret oleh masyarakat luar berkenaan pangsa pasar di PPU.
Demi memproteksi perekonomian warga juga, minimarket di PPU diwajibkan menampung produk dari penduduk. sudah pasti yang memenuhi kriteria & standar retail minimarket. Dengan amat, terbuat simbiosis mutualisme mengantar praktisi usaha. ideal yang dimulai dari investor atau penduduk sendiri.
Ke depan Tohar akui belum mengetahui arah pergantian ekonomi PPU. terpenting setelah IKN dibangun di kabupaten tersebut. ’’rata-rata warga pasar lebih pandai saksikan itu. kami yang di dalam kadang ketinggalan,’’ ucapkan Tohar. Yang saat ini dikerjakan ialah bagaimana pasar tradisional dan mutakhir di PPU bisa tumbuh bareng dan sama-sama melengkapi. Dengan amat, gak ada yang saling menjatuhkan untuk bisa berkembang.
penyusunan pusat ekonomi di Petung pula gak bisa dilepas dari konsep tata area wilayah PPU. Dengan cuman memiliki satu ruas jalan utama, pusat transaksi ditempatkan di pinggir jalan utama itu. Sementara tersebut, kawasan perkebunan tetap berada pada wilayah dalam kabupaten PPU. Terpisah dari jalur utama. satu diantara yakni lahan konsesi yang dikelola PT ITCHI.
umumnya perkebunan yang ada di wilayah PPU ialah perkebunan sawit. ideal yang dikelola perusahaan atau perkebunan rakyat. Sedangkan di pesisir, kaum nelayan menjadi penguasanya.
Salah seseorang pedagang di pasaran Petung, Sigit Pramono, menuturkan bahwa melalui langkah tradisional ramainya kesibukan perdagangan di pasaran-pasar di PPU tergantung hari pasaran. Pasar Petung akan lebih ramai pada Rabu dan Sabtu. setelah itu, Kamis danseminggu semakin heboh di Waru & Penajam.
di luar hari-hari pasaran, aktivitas menjual membeli tetap terjadi normal. meski tak seramai hari pasaran. maka dari itu, ada kala-kala khusus yang menjadi kebiasaan penduduk dalam berbelanja. ’’umumnya penduduk membeli daging di sore hari,’’ sebut pria asal Banjarnegara, Jateng, itu. Sementara pedagang sayuran & sejenisnya semakin seru pengunjung di dini hari.
Empat tahun ulang IKN setelah dibangun di PPU & Kukar. Keberadaannya tentunya dapat disertai kegiatan ekonomi yang besar. karena, bakal banyak pendatang yang memasuki ke kawasan IKN. setidaknya kelompok ASN yang melakukan aktivitas di kementerian & lembaga-institusi pemerintah. Keberadaan IKN hampir dapat ditetapkan akan menawan investor lebih Jumbo ke PPU. Tetangga terdekat IKN.
sekarang PPU sudah siap menerima investor demi meningkatkan perekonomian di kabupaten tersebut.
No comments:
Post a Comment