Saturday, December 28, 2019

Dilema Pedagang ponsel kala wabah Covid 19 Melanda



Jakarta, CNN Indonesia -- pandemi virus corona SARS-Cov-2 telah menjalar ke puluhan negara, termasuk ke Indonesia. sehingga dari itu, pemerintah memintanya kepada warga buat tinggal di rumah demi menekan penularan Covid-19 biar tidak kian masif.

Pemerintah meraih saat ini pun tidak meluncurkan instruksi lockdown. karena, jika kebijakan ini diterapkan, sehingga akan mengganggu arus ekonomi Indonesia.

wabah ini juga membuat beberapa mall tutup terlebih di Jakarta. Ali (40), pedagang mobile phone di satu diantara mall di Jakarta Timur ngerasain imbas dari kebijakan pemerintah buat berdiam diri di rumah.




walaupun Mall Tamini Square posisinya berjualan tak ditutup, tetapi pengunjung mall makin hari, tambah berhenti pasalnya , memilih menetap di rumah.

Saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (25/3), Ali menjelaskan tokonya justru sepi konsumen karena wabah virus corona SARS-Cov-2.


"Iya mba, toko saya malahan sepi pasalnya , corona tapi kami pedagang ponsel di sini tidak dapat berbuat apa-apa, pemerintah untuk kebijakan seperti itu ya sebisa kali saja penduduk mesti manut," tutur ia.

namun, Ali tidak ingin menyatakan melalui cara semestinya angka omzet (pendapatan) tokonya sebelum wabah virus corona & setelah virus memasuki ke Indonesia.

"kisaran sesudah lebih dari satu minggu ini, turun 50 persen. saya belum menghitung tentunya seberapa, akan tetapi saya percaya rizki tak kemana," sebut Ali.

imbas wabah virus corona, rasio ganti rupiah kepada dolar AS pernah naik sebanyak Rp16 ribuan, saat ditanya apakah memiliki perencanaan untuk menambah harga smartphone, Ali menjelaskan dirinya enggan mematok harga tinggi.

lantaran berdasar pada dia, penduduk kini telah terbebani dengan pengeluaran untuk membeli alat bahkan obat demi melindungi diri dari virus corona.


"saya enggak ingin teledor naikkin harga, kasihan nantinya kastemer. bisa jadi mereka udah mengeluarkan uang yang lumayan banyak untuk beli masker, hand sanitizer lalu obat-obatan untuk kian imun. malahan bahwa aku tambahkan kedepannya jadi ruginya ke saya," jelas Ali.

Ditanya apakah bakal beralih menjajakan dagangan ponselnya melalui online, Ali mengaku belum memikirkan opsi lain.

"jujur saya belum kepikiran meraih ke situ, mba. aku konsisten percaya setiap hari gelar dagangan di toko sontak bahwa rizki gak bakal kemana, meskipun sekedar satu dua customer," ujarnya.

Senada dengan Ali, adalah salah satu toko retail mobile phone ialah Lucky Cell Store di kawasan Ciracas, Jakarta Timur memilih untuk tidak mengunci toko. sebab, berdasar pada Fatimah (48), masih ada saja masyarakat yang berkunjung ke tokonya buat membeli telephone seluler.

[Gambas:Video CNN]

"saya enggak menutup toko karena tetap banyak kok masyarakat yang datang ke sini, walaupun ada kebijakan dari pemerintah buat tinggal di rumah saat pandemi corona," tutur ia saat ditemui CNNIndonesia.com, Kamis (26/3) malam.

Kendati begitu, ia halangi jam operasional toko. Sebelum wabah virus masuk ke Indonesia, tokonya dibuka dimulai pukul 10.00 WIB - 21.00 WIB namun sekarang toko Fatimah cuman buka dari jam 10.00 WIB - 20.00 WIB.

"Iya aku hanya rubah jam membuka & menutup saja, dibandingkan harus menutup toko," pungkasnya.

Ditanya apakah ada rencana buat menjajakan dagangannya lewat platform online, Fatimah menjelaskan tetap mengandalkan toko miliknya.

"Enggak kepikiran untuk dagang melalui online, penduduk sejumlah sini konsisten banyak yang hadir ke toko sontak. soalnya saya kan? sesungguhnya mengkonsepkan dagangan saya di toko semacam ini," tuturnya. (din/eks)




Dilema Pedagang telephone seluler kala wabah Covid-19 Melanda

No comments:

Post a Comment