Saturday, December 14, 2019

risiko Corona Cimb Niaga Auto Finance Antisipasi credit Macet


tempo.CO, Jakarta - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) sediakan langkah untuk memperhitungkan pengembangan risiko kredit macet efek dampak penularan virus corona Covid-19 kepada kaum nasabah.

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman menyatakan pihaknya tidak meniadakan pembiayaan mobil baru, tetapi meningkatkan kehati-hatian merupakan usaha antisipasi & mitigasi efek.

"Kami meningkatkan kehati-hatian dalam menunjukan pembiayaan kepada nasabah baru sekarang, karenanya kami memiliki kewajiban untuk memutuskan kemampuan membayar cicilan dari kandidat nasabah di tengah pandemi covid-19 kini," ujarnya kepada Bisnis, Jumat, 27 Maret 2020.

Ristiawan menjelaskan energi beli calon nasabah sangat diserang risiko efek penularan virus corona, sehingga tercermin dari permohonan pembiayaan kepada perseroan. Bahkan, dampak itu diperhitungkan bakal semakin dihadapi beberapa bulan ke depan.


Sementara tersebut, terkait program kelonggaran kredit yang dikatakan pemerintah bersama OJK, meraih sekarang CIMB Niaga Auto Finance telah mengambil sejumlah permohonan dari nasabah di seluruh Indonesia.

"sudah mulai ada permohonan [relaksasi kredit] dari beberapa daerah, & telah kami respons dengan meminta debitur untuk menunggu finalisasi produk hukum yang diluncurkan & disosialisasikan oleh OJK," ujarnya.

dia akui jumlah permintaan kelonggaran kredit dari nasabah belum sangat banyak. Ristiawan membandingkan hal ini bisa saja disebabkan debitur pula terus menunggu produk hukum itu disosialisasikan oleh OJK.

Selasa lalu, Presiden Jokowi menunjukkan kebijakan relaksasi credit kepada UMKM. Relaksasi ini juga berlaku untuk beberapa driver online, bagus motor ataupun mobil, serta golongan nelayan.

“sebab itu tukang ojek, kepada supir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, kredit mobil, nelayan yang sedang credit perahu tak membutuhkan khawatir. Pembayaran bunga dan angsuran disematkan kelonggaran satu tahun,” tutur Jokowi.

BISNIS



No comments:

Post a Comment