Monday, December 30, 2019

Positif Covid 19 paling banyak Ada Di As Kecerobohan Trump dipicu

Amerika Serikat malahan negara dengan bagian positif Corona COVID-19 paling banyak di dunia. satu diantara penyebab adalah sikap acuh presiden mereka.

tirto.id - Amerika Serikat menjadi negara terparah yang terpapar wabah COVID-19. Angka penderitanya melebihi negara mana pun di dunia, terbilang Cina dan Italia. Per Sabtu (28/3/2020) silam, telah ada semakin dari 103 ribu persoalan positif.

Lonjakan pasien rawat inap tercipta di beberapa kota sama dengan New York dan New Orleans, sementara staf medis, tempat tidur, dan sarana kesehatan sama dengan ventilator dan masker terbatas. Dampaknya tak main-main: angka kematian konsisten makin hingga sampai lebih dari 1.600 per Sabtu silam.

“Skenario apa pun yang realistis waktu ini bakal tetap memberatkan kekuatan metode pemeliharaan kesegaran kita,” ujar Gubernur New York Andrew Cuomo yang nampak frustrasi dalam konferensi pers, Kamis, 26 Maret. Cuomo mengatakan kasus utama yang dirasakan salah satu negara bagian terbesar di AS itu ialah kurangnya ventilator alias alat bantu pernapasan. “alih-alih mereka ada di gudang dan tinggal ambil, akan tetapi identik banget tidak ada stok yang tersedia.”

Kengerian masalahnya kurangnya fasilitas tersebut direkam dokter Colleen Smith dengan mobile phone dari Elmhurst Hospital, New York City, rumah sakit yang dijadikan pusat pemeliharaan pandemik COVID-19 di AS. Angka antrean di rumah sakit tersebut naik seratus persen dari 200-an orang pada 24 Maret menjadi semakin dari 400-an penduduk sehari seterusnya.

“Kami sekarang ini sedang berusaha berebut sejumlah ventilator tambahan, atau bahkan mesin CPAP. kalau menggapai dapat bisa mesin CPAP, kami dapat menggunakan buat penderita yang membutuhkan ventilator,” dokter Smith merefleksikan situasi RS Elmhurst pada Rabu 25 Maret saat lalu.kepada New York Times.

rumah sakit ini sudah pernah dapat bantuan ventilator dari rumah sakit lain hari itu juga—yang tutur Smith yaitu suplai darurat ketiga dalam seminggu belakangan.


“Yang paling membuat frustrasi dari segala ini yakni semuanya terasa sedikit udah terlambat. Kayak, kita sesungguhnya kenal bahwa bakal begini kejadiannya,” tangkisnya, lalu melanjutkan keluhan panjang lebar: “Pemimpin dari jenjang mana pun, dari presiden sampai kepala-kepala rumah sakit, bilang kalau kita akan ideal-bagus saja. seluruhnya bagus-bagus saja. & dari perspektif kami (petugas medis), seluruhnya tak ideal-bagus saja. aku gak miliki segala bantuan yang aku butuhkan, & bahkan material yang diperlukan fisiknya untuk merawat pasien aku.”

Tigasatu minggu sebelumnya, Gubernur Andrew Cuomo pernah mengingatkan Pusat pengurusan Penyakit (CDC) agar mewaspadai penularan COVID-19. Cuomo memintanya CDC untuk ‘membangun’. tidak boleh meraih Amerika separah Italia, pungkasnya. kala tersebut, angka permasalahan positif konsisten relatif kecil dibandingkan negara-negara lain.

Oleh karena itu pemerintah harus siapkan tes massal secepat bisa jadi, & dimulai memikirkan opsi karantina. ia juga memohon pemerintah buka sebanyak-banyak laboratorium untuk kerjakan tes itulah. salah satu yang ia contohkan adalah laboratorium swasta variasi Northwell Lab, New York, yang bisa melakukan seribu mencapai dua ribu tes per hari.

“Kalian (pemerintah) gak dapat menyuruh orang-penduduk tes bahwa kalian tidak memiliki kapasitas lumayan buat mengetes mereka. tambah banyak warga positif yang kita menemukan, makin ideal,” ujar Cuomo dalam konferensi pers di Northwell Lab.

semestinya ada tujuh laboratorium, termasuk Northwell Lab, yang bisa melakukan tes COVID-19 di seluruh AS, kata Cuomo. ia menyayangkan lambannya pemerintah mengizinkan laboratorium-laboratorium itu buat kerjakan tes.

Malamnya, setelah kerjakan lobi berhari-hari, Cuomo dapat info badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS alhasil mengizinkan Northwell Lab buat lakukan tes COVID-19.


Lambannya sikap pemerintahan Donald Trump mengantisipasi COVID-19 tidak hanya tergambar dari leletnya kebijakan-kebijakan penanganan yang mereka keluarkan. Sejak virus ini merebak Desember lalu di Wuhan, Cina, Trump cenderung menyepelekannya. Ini tampaknya mendetil dari pengakuan yang dia mengeluarkan.

Pada 28 Februari lalu, diantaranya. Trump menyebut virus Corona varian baru ini bakal hilang seperti mukjizat. ia juga sempat berspekulasi bahwa cuaca panas akan membunuh virus ini dan menghentikan penyebarannya. tak satu pun klaim tersebut berdasarkan diagnosis, ataupun pendapat pakar dalam pemerintahannya.


Dalam wawancara dengan Fox News, 4 Maret lalu, Trump mengeluarkan pengakuan tentang angka kematian efek COVID-19. pengakuan ini tak berdasarkan uraian golongan pakar, tapi hanya atas pijakan firasat.

“Ini cuma firasat saya, tetapi berdasarkan banyak sekali penuturan dengan orang banyak yang meneliti ini, bakal banyak orang yang terjangkiti & [virus] ini sangat gampang… jadi, kalau kita punyai ribuan ataupun ratusan ribu penduduk yang diserang, mereka bakal sembuh hanya dengan duduk-duduk saja & bahkan berpergian kerja. Sebagian melancong mengerjakan aktivitas, tetapi mereka akan sembuh & ketika kalian punya angka kematian sejenis yang terbentuk di negara bagian Washington, sama dengan satu [angka kematian] di California, mungkin satu di New York. Tahulah, tiba-datang angkanya malah 3 atau 4 persen, yang mana cukup tinggi, jika ketimbang satu persen,” ujar Trump, memberikan respon angka kematian dampak virus ini yang lumayan tinggi di AS.

dini Maret silam, badan kebugaran Dunia (WHO), menyebut perkiraan angka kematian 3,4 persen di AS lumayan tinggi menghafal kemampuan AS lebih baiknya lebih tangguh dalam penanganan pandemi ketimbang banyak negara lain.

Dalam laporan berjudul Kesalahan Manajemen Trump meringankan Memicu Krisi Virus Corona, 13 staf & mantan staf Trump di Gedung Putih—yang dirahasiakan identitasnya—menyimpulkan rata-rata kebijakan penanganan COVID-19 di AS yang buruk bermula dari kecemasan Trump sendiri berkaitan resiko ekonomi yang diakibatkan virus ini.

“Tangganya akan teruslah ke atas,” ujar salah satunya penduduk yang membantu menyusun respons pemerintahan Trump perihal issu ini. “Trump menciptakan atmosfer di mana dia sepertinya tidak perlu mengetahui pemeringkatan staf-stafnya [tentang virus ini].”

Pada zaman awal pandemi ini menyeruak, Trump tampak amatlah fokus ingin angka kasus positif & kematian di AS tetap kecil—yang menurutnya bisa jaga perekonomian AS. Sayangnya, Trump telat sadar bahwa keputusan tersebut salah.

Sejak Senin, 16 Maret kemarin, Trump muncul semakin benar-benar ulang menyikapi wabah COVID-19. “Ini buruk. Ini buruk,” ujar Trump saat meluncurkan rencana 15 hari meredakan kurva infeksi baru dalam konferensi pers. “Masing-masing dari kita mempunyai peran pokok buat menghentikan penularan dan penularan virus.”

satu diantara yang dilakukannya yakni menghubungi Cina buat menjalin hubungan bilateral menangani COVID-19 di AS. Jumat silam, 27 Maret, Trump mengkaji soal ini dengan Xi Jinping melalui telepon.


namun, sejenis biasa, Trump sama juga sekali tak pingin disalahkan. Sebelum telepon bilateral tersebut terbuat, dikutip dari South China Morning Post, Trump melimpahkan kesalahan terjadinya pandemi COVID-19 yang menular seluruh dunia pada Cina & Xi Jinping. apa yang terbuat di dunia sekarang, berdasar Trump, ialah imbas dari ketidakterbukaan Cina sepanjang menanggulangi pandemi.

menurutnya, kalaupun Cina semakin blak-blakan, AS dan negara-negara lain dapat mempersiapkan diri semakin awal.

namun, berdasar Xi Jinping dalam sambungan telepon itu, Cina udah begitu transparan perihal epidemi yang telah menginfeksi semakin dari 80 ribu warganya ini.

setelah telepon itu, Trump mencuit di Twitternya: “Cina sudah lewat beberapa hal & udah mengembangkan banyak pengetahuan mengenai virus ini. Kami melakukan aktivitas seperti erat. sangat hormat!”

======

info lebih kurang COVID-19 dapat anda simak pada tautan berikut:

1. ciri Corona & Gejala COVID-19, apa beda dari Flu & Pneumonia?

2. Gejala Coronavirus Selain Demam & Batuk: tidak mampu Mencium Bau

3. Pentingnya mengawasi Jarak di Tengah wabah COVID-19

4. 8 sistem mencegahan Penularan Virus Corona pada Lansia

5. sistim Deteksi Dini dampak Covid-19 melalui langkah Online

6. Update Corona Indonesia: koleksi Laboratorium penelitian COVID-19


Berikut Update kasus Virus Corona di Indonesia

No comments:

Post a Comment